Seputar Publik / Berita

7 Menteri Teken SKB Pemanfaatan Teknologi Digital dan AI di Pendidikan, Mendagri Tito Karnavian: Generasi Harus Kuasai Teknologi Secara Bijak

Pemerintah melalui tujuh kementerian resmi menerbitkan pedoman penggunaan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) di jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal untuk melindungi anak sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi secara positif.
Tujuh menteri menandatangani SKB pedoman pemanfaatan teknologi digital dan AI di sektor pendidikan. Kebijakan ini diharapkan mampu melindungi anak dari dampak negatif teknologi sekaligus mendorong generasi Indonesia menguasai teknologi secara bijak. Tujuh menteri menandatangani SKB pedoman pemanfaatan teknologi digital dan AI di sektor pendidikan. Kebijakan ini diharapkan mampu melindungi anak dari dampak negatif teknologi sekaligus mendorong generasi Indonesia menguasai teknologi secara bijak.

Seputarpublik.com, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) 7 Menteri tentang pedoman pemanfaatan teknologi digital dan Artificial Intelligence di jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal.

Penandatanganan tersebut berlangsung di Aula Heritage kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Selain Tito Karnavian, SKB tersebut juga ditandatangani oleh Abdul Mu’ti selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Nasaruddin Umar, Brian Yuliarto, Meutya Viada Hafid, Arifah Fauzi, serta Wihaji.

Prosesi penandatanganan turut disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang PMK Pratikno.

Pedoman Pemanfaatan Teknologi di Dunia Pendidikan

Dalam sambutannya, Pratikno menjelaskan bahwa SKB tersebut secara khusus melibatkan kementerian yang berkaitan dengan sektor pendidikan dan teknologi. Tujuannya adalah untuk mengatur sekaligus memberikan panduan pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial secara tepat.

Menurutnya, kemajuan teknologi digital membawa peluang besar bagi dunia pendidikan, namun di sisi lain juga memunculkan sejumlah risiko jika tidak digunakan secara bijak.

Tulis Komentar

Komentar