Menurut Abdul Rivai, penataan aset menjadi salah satu agenda prioritas dalam program 100 hari kepemimpinannya di PTPN I. Penataan tersebut tidak hanya mencakup inventarisasi, tetapi juga penguatan legalitas, kepastian status penguasaan, pemetaan potensi, hingga penyusunan strategi pemanfaatan untuk meningkatkan nilai ekonomi perusahaan.
> “Tidak boleh ada aset yang hanya menjadi beban. Setiap aset harus dikaji secara menyeluruh agar memberikan manfaat terbaik dan berkontribusi terhadap peningkatan kinerja perusahaan,” tegasnya.
Optimalisasi Aset dan Kolaborasi Strategis
Abdul Rivai menilai optimalisasi aset menjadi semakin penting di tengah dinamika industri perkebunan yang terus berkembang. Pengelolaan aset secara produktif dinilai dapat membuka peluang pengembangan usaha, menciptakan sumber pendapatan baru, memperkuat struktur keuangan, serta meningkatkan daya saing perusahaan.
Dalam proses tersebut, PTPN I juga terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Menurut Abdul Rivai, kemitraan merupakan salah satu instrumen untuk mengembangkan potensi aset, dengan tetap berorientasi pada penciptaan nilai tambah dan dilaksanakan secara profesional.
Komentar