Seputarpublik.com || SUKABUMI – Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Sukabumi Raya melakukan audiensi sekaligus silaturahmi dengan Perumdam Cabang Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, sebagai tindak lanjut atas berbagai aspirasi masyarakat terkait pelayanan air bersih di Perumahan Tamansari dan Kampung Batusapi, Kecamatan Palabuhanratu.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara organisasi media dengan Perumdam dalam menyampaikan informasi yang objektif, akurat, dan berimbang kepada masyarakat.
Ketua AMKI Sukabumi Raya, Sp. Rayrobbend Swr, didampingi Sekretaris Jenderal Abas, diterima langsung oleh Kepala Cabang Perumdam Palabuhanratu, Hj. Ratna Wulandari, bersama Pjs Kaur Administrasi Yuda Permana.
Dalam suasana penuh keakraban, kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat, mulai dari kondisi bak penampungan air, kualitas air bersih, distribusi layanan, hingga sistem pelayanan pelanggan.
Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut atas sejumlah pengaduan yang diterima AMKI Sukabumi Raya dari Ketua RW 035 Perumahan Tamansari dan warga Kampung Batusapi terkait pelayanan air bersih.
Sebagai organisasi media yang menjalankan fungsi pers sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, AMKI memandang penting menghadirkan klarifikasi langsung dari Perumdam agar informasi yang diterima masyarakat tetap berimbang.
Kepala Cabang Perumdam Palabuhanratu, Hj. Ratna Wulandari, mengapresiasi kunjungan tersebut dan menyatakan bahwa masukan dari masyarakat melalui AMKI sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
> "Alhamdulillah kami sangat terbantu dengan adanya penyampaian aspirasi seperti ini. Bagi saya sebagai kepala cabang yang bertanggung jawab di sini, masukan dari masyarakat melalui AMKI sangat berarti," ujar Ratna.
Perbaikan Bak Penampungan Masuk Program 2026
Salah satu isu utama yang dibahas adalah kondisi bak penampungan air di Perumahan Tamansari yang dinilai masyarakat memerlukan pemeliharaan lebih menyeluruh.
Keluhan warga meliputi kondisi dinding bak yang tampak kusam, bagian dalam penampungan yang terlihat menghitam, tumbuhnya rumput liar di sekitar area, hingga sebagian atap yang mulai ditumbuhi vegetasi.
Menanggapi hal tersebut, Ratna Wulandari menjelaskan bahwa bak penampungan Tamansari telah diajukan untuk program perbaikan dan pemeliharaan pada tahun 2026.
> "Sudah kami ajukan untuk perbaikan, termasuk pemagaran. Mudah-mudahan segera terealisasi. Untuk pembersihan rumput sendiri memang sudah dijadwalkan setiap akhir bulan," jelasnya.
Ia juga mengakui bahwa fasilitas tersebut memang memerlukan perhatian melalui program rehabilitasi. Dengan pendapatan cabang sekitar Rp1,2 miliar per bulan, masyarakat berharap Perumdam pusat dapat memberikan perhatian terhadap percepatan perbaikan fasilitas tersebut.
Kualitas Air dan Distribusi
Dalam dialog tersebut, warga juga menyampaikan keluhan mengenai kualitas air yang terkadang berubah setelah distribusi kembali normal pascagangguan layanan.
Sebagian pelanggan mengaku air sesekali tampak keruh atau berwarna putih sehingga menimbulkan kekhawatiran.
Ratna menjelaskan bahwa pengawasan kualitas air berada di bawah kewenangan tim pusat dan dilakukan secara berkala.
> "Kualitas air selalu diawasi. Kami juga rutin menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui berbagai media. Untuk pengolahan air memang menjadi kewenangan tim pusat," katanya.
Sementara itu, terkait distribusi air ke wilayah Kampung Batusapi, Yuda Permana menjelaskan bahwa sumber air berasal dari Sungai Citepus yang diolah sebelum dialirkan ke bak Kiaralawang dan selanjutnya didistribusikan ke sejumlah wilayah pelayanan.
Menurutnya, gangguan distribusi umumnya dipengaruhi faktor teknis, seperti pemadaman listrik maupun kebocoran jaringan.
7.192 Pelanggan dan Tantangan Tunggakan
Dalam kesempatan tersebut, Perumdam Cabang Palabuhanratu juga memaparkan kondisi pelayanan terkini.
Saat ini jumlah pelanggan tercatat sebanyak 7.192 pelanggan dengan pendapatan rata-rata sekitar Rp1,2 miliar setiap bulan.
Namun demikian, perusahaan masih menghadapi tantangan berupa tunggakan pelanggan yang mencapai sekitar Rp400 juta.
Ratna menjelaskan bahwa tunggakan tersebut berasal dari berbagai kalangan, termasuk pelanggan yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Pihaknya telah berkoordinasi dengan direksi, bagian humas, serta pemerintah daerah guna mencari solusi penyelesaian piutang pelanggan.
Mengenai tarif air bersih, Yuda Permana menjelaskan bahwa tarif pelanggan untuk pemakaian 0–10 meter kubik sebesar Rp95.500, sedangkan pemakaian di atas 10 meter kubik dikenakan tarif sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga mengimbau seluruh pelanggan agar segera melaporkan apabila mengalami gangguan distribusi maupun kendala pelayanan lainnya sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.
AMKI Jadi Jembatan Aspirasi Masyarakat
Ketua AMKI Sukabumi Raya, Sp. Rayrobbend Swr, menegaskan bahwa audiensi tersebut bukan untuk mencari kesalahan, melainkan menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan penyelenggara pelayanan publik.
Melalui dialog yang terbuka, AMKI berharap setiap aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat sehingga kualitas pelayanan air bersih di wilayah Palabuhanratu terus mengalami peningkatan.(Red)*