Seputar Publik / Berita

Aspekpir Apresiasi Holding Perkebunan Nusantara, Kemitraan PTPN IV PalmCo dan Petani Dinilai Kunci Masa Depan Sawit Indonesia

Kemitraan strategis PTPN IV PalmCo dengan petani sawit mendapat apresiasi Aspekpir Indonesia karena dinilai mampu meningkatkan produktivitas, mempercepat peremajaan sawit rakyat, serta mendukung keberhasilan program biodiesel B50.
Ketua DPP Aspekpir Indonesia bersama jajaran PTPN IV PalmCo dan para pemangku kepentingan saat diskusi panel di Pekanbaru. Aspekpir mengapresiasi kemitraan Holding Perkebunan Nusantara dengan petani sawit yang dinilai memperkuat produktivitas, kesejahteraan pekebun, dan masa depan industri sawit nasional. Ketua DPP Aspekpir Indonesia bersama jajaran PTPN IV PalmCo dan para pemangku kepentingan saat diskusi panel di Pekanbaru. Aspekpir mengapresiasi kemitraan Holding Perkebunan Nusantara dengan petani sawit yang dinilai memperkuat produktivitas, kesejahteraan pekebun, dan masa depan industri sawit nasional.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Pengawas Aspekpir Indonesia sekaligus mantan Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Arya Sandhiyuda, perwakilan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Togu Rudianto Saragih, Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono, serta ratusan pengurus organisasi petani sawit dari berbagai daerah.

Setiyono menjelaskan bahwa melalui kemitraan, petani memperoleh pendampingan dalam menerapkan Good Agricultural Practices (GAP), mulai dari penggunaan bibit unggul bersertifikat, pengelolaan lahan, pemupukan, pengendalian hama, hingga teknik panen sesuai standar perusahaan.

Menurutnya, penerapan praktik budidaya yang baik menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas kebun sekaligus memperkuat daya saing industri sawit Indonesia di tengah tuntutan pasar global yang semakin mengedepankan aspek keberlanjutan.

Berdasarkan data Aspekpir Indonesia, program kemitraan melalui pola Perkebunan Inti Rakyat (PIR) maupun Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA) kini tersebar di 20 provinsi dengan luas kebun plasma lebih dari 813 ribu hektare yang melibatkan sekitar 406 ribu kepala keluarga.

Tulis Komentar

Komentar