Kepala Bidang Penerbangan Dinas Perhubungan Papua Tengah, Samuel Ricky Rantelimbong, menjelaskan bahwa runway bandara telah diperpanjang dari 1.600 meter menjadi 2.500 meter, sehingga memungkinkan pesawat jenis Boeing untuk mendarat.
Selain itu, fasilitas sisi udara dan darat terus dikembangkan, termasuk runway, apron, taxiway, serta terminal penumpang dan kargo. Meski demikian, pengembangan lanjutan masih diperlukan, terutama pada perluasan terminal dan peningkatan fasilitas pendukung lainnya.
Melalui penguatan infrastruktur ini, pemerintah pusat menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan serta membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Papua Tengah sebagai daerah otonomi baru.
Pengembangan Bandara Douw Aturure diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi, memperlancar distribusi logistik, serta memperkuat integrasi wilayah dalam bingkai pembangunan nasional.(red)*
Komentar