Kunjungan dan keinginan belajar dari para penerima bantuan DLH Kota Bekasi ini menjadi indikator kuat bahwa pendekatan BSU Sapta Pesona dalam memanfaatkan maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik dan pakan ternak memiliki potensi besar untuk direplikasi. Kesederhanaan teknologi yang digunakan justru menjadi poin penting, karena menunjukkan bahwa inovasi yang berdampak tidak selalu membutuhkan investasi yang besar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Yudianto mengatakan BSU Sapta Pesona Jatiluhur tidak hanya menjalankan fungsi bank sampah konvensional, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat inovasi ekonomi sirkular di tingkat komunitas.
Keberhasilan mereka dalam menghasilkan pelet maggot dan menjadi tujuan belajar bagi pihak lain adalah bukti nyata komitmen mereka terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Ia berharap inisiatif seperti ini dapat terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak lagi komunitas di Indonesia untuk mengadopsi praktik ekonomi sirkular.
(*/AZ)
Komentar