Selain itu, para camat yang baru dilantik diminta untuk aktif turun langsung ke tengah masyarakat, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Mereka juga diharapkan mampu membina kepala desa dalam pengelolaan anggaran desa secara transparan dan akuntabel.
“Satu atau dua hari harus turun ke desa untuk memastikan pembinaan berjalan,” katanya.
Terkait pengisian jabatan eselon II, Hasbi menyebutkan bahwa prosesnya masih menunggu tahapan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan akan melalui mekanisme assessment.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Lebak, Fakhry Fitriana, menyampaikan bahwa total ASN yang dilantik terdiri atas 103 pejabat administrator dan 89 pejabat pengawas.
“Sesuai arahan bupati, ASN yang baru dimutasi harus segera bekerja agar target pembangunan Lebak dapat tercapai,” ujarnya.
Adapun sejumlah camat yang turut dilantik antara lain; Tatang (Cilograng), Tatang S (Cileles), Apip (Kalanganyar), Ikbal (Wargunung), Ujang S (Cihara), Udin Muhidin (Bojongmanik), M. Iwan (Cikulur), Agung N (Leuwidamar), Asep Agus (Bayah), Sardi (Cirinten), Feri M (Cigemblong), Endin (Muncang), Farid S (Wanasalam), Hendi S (Panggarangan), Subekti (Sajira), Endang S (Cibadak), dan Lia N (Curugbitung).
Pelantikan berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang profesional, bersih, dan berorientasi pada pelayanan publik.(AN)*
Komentar