PTPN I mengelola berbagai komoditas strategis, seperti teh, kopi, kakao, karet, tembakau, serta menjalankan kerja sama operasional pada komoditas tebu dan kelapa sawit. Berbagai komoditas tersebut dikembangkan untuk memperkuat sektor pangan, energi, industri berbasis pertanian, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada komoditas tebu, perusahaan terus mendorong peningkatan produktivitas melalui penggunaan varietas unggul, mekanisasi, optimalisasi pabrik gula, dan peningkatan rendemen sebagai bagian dari dukungan terhadap percepatan swasembada gula nasional.
Sementara itu, pengembangan kelapa sawit diarahkan untuk menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku minyak nabati nasional serta memperkuat industri hilir berbasis sawit. Adapun komoditas teh, kopi, kakao, karet, dan tembakau terus ditingkatkan melalui penguatan kualitas produk, efisiensi operasional, penerapan prinsip keberlanjutan, serta perluasan pasar domestik maupun ekspor.
Menutup paparannya, Abdul Rivai Ras menegaskan bahwa tantangan pembangunan pangan ke depan akan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan lahan produktif, regenerasi petani, kebutuhan investasi, hingga percepatan pemanfaatan teknologi.
> "Ketahanan pangan tidak dapat dibangun oleh satu institusi. Dibutuhkan kolaborasi nasional yang menyatukan kebijakan, inovasi, investasi, serta keberpihakan kepada petani dan sektor agribisnis. PTPN I akan terus mengambil peran aktif melalui kinerja operasional maupun kontribusi pemikiran yang memberikan manfaat bagi pembangunan nasional," tegasnya.(Adv)*
Komentar