Pelatihan ini bertujuan mengembangkan personalitas, profesionalitas, dan personal branding muballighat melalui empat aspek penting, yakni kejiwaan atau sikap, pengetahuan, penalaran, serta kecakapan dan keterampilan.
Keempat aspek tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para muballighat dalam menjalankan amanat risalah Islam secara efektif dengan kepribadian yang unggul, wawasan keislaman yang luas, serta kemampuan komunikasi yang baik di tengah masyarakat.
Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta calon muballighat yang berasal dari berbagai cabang ‘Aisyiyah se-Tangerang Selatan. Para peserta juga mendapatkan pelatihan dasar jurnalistik, termasuk teknik menulis berita menggunakan prinsip 5W1H serta strategi publikasi kegiatan dakwah ke media massa online.
Melalui pelatihan tersebut, ‘Aisyiyah berharap para kader muballighat mampu memperluas syiar dakwah sekaligus memperkuat peran perempuan dalam membangun masyarakat yang berkemajuan.
Program ini juga bertujuan memperkuat profil kader dan sumber daya insani muballighat ‘Aisyiyah sejalan dengan visi dan misi Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dan gerakan dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Selain kegiatan tersebut, Novi juga aktif menjadi narasumber dalam berbagai pengajian bulanan yang diselenggarakan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Benda Baru. Beberapa di antaranya membahas tema “Antisipasi Toxic Relationship dalam Islam” pada 11 Januari 2026 serta “Bersyukur di Bulan Penuh Berkah” pada 15 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Novi dalam memperkuat pembinaan keagamaan serta literasi dakwah bagi masyarakat, khususnya bagi pengurus dan kader ‘Aisyiyah berkemajuan.(red)*
Komentar