Mandat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran kelembagaan adat dalam merawat persatuan masyarakat Sunda, menjaga warisan leluhur, serta mendorong keberlanjutan nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, S.E., yang mewakili Gubernur Jawa Barat, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, serta Irjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N., selaku Pupuhu Utama Majelis Adat Sunda. Adapun R.R. Okki Yusuf Judanagara, M.Sc., M.M., bertindak sebagai ketua pelaksana kegiatan.
Anton Charliyan: Persatuan Sunda Membutuhkan Lokomotif Penggerak

Dalam sambutannya, Ketua Umum MASDA, Abah Anton Charliyan, menekankan pentingnya persatuan masyarakat Sunda sebagai fondasi untuk menjaga keberlangsungan adat dan budaya leluhur.
Ia menggunakan filosofi permainan tradisional Sunda *oray-orayan* sebagai gambaran bahwa persatuan membutuhkan kebersamaan, keterhubungan, dan sosok penggerak yang mampu mengarahkan langkah bersama.
Komentar