Menurut Hendry Bangun, perhatian pemerintah terhadap olahraga tidak semestinya hanya terlihat ketika atlet telah meraih medali.
“Seharusnya, Presiden juga datang langsung ke Asian Games. Ini bentuk perhatian yang dibutuhkan,” katanya.
Wartawan senior Kantor Berita ANTARA, AR Loebis, bersama sejumlah peserta diskusi lainnya, yakni Dr. Budi Nugraha, Sigit Setiyono, Sarwani, Herwan Pebriansyah, dan Herry Sinamarata, turut menyoroti persoalan persiapan serta anggaran pemusatan latihan nasional (pelatnas).
Prestasi Tidak Bisa Dibangun Secara Instan
Dalam diskusi tersebut, FWK kembali mengangkat pandangan tokoh olahraga MF Siregar yang sejak lama mengingatkan bahwa prestasi olahraga tidak dapat dibangun secara instan menjelang Asian Games maupun Olimpiade.
Hendry Bangun mengapresiasi upaya Ketua Umum PASI, Luhut Binsar Panjaitan, yang mendorong pelaksanaan pelatnas atletik dengan pola pembinaan jangka panjang dan dukungan pendanaan multiyear.
Menurutnya, untuk melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat Asia dan dunia diperlukan proses pembinaan selama bertahun-tahun.
Komentar