Mantan wartawan Kompas, Hendry Bangun mengatakan, masalah di sektor riil perlu segera dibenahi. Diakui pemerintah masih mempertahankan harga BBM bersubsidi, seperti solar dan Pertalite. Namun, masalahnya ada dalam distribusi dan ketersediaan BBM bersubsidi. Di sejumlah daerah seperti Sumatra, Kalimantan, beberapa titik di Jabodetabek, masih terjadi kelangkaan solar dan Pertalite.
Peserta diskusi lainnya mencatat adanya kenaikan harga kebutuhan masyarakat sehari-hari. Harganya melonjak tinggi, seperti minyak goreng, gas, dan berbagai komoditas pokok lainnya.
Masalahnya seperti solar, terletak pada ketersediaannya yang belum merata dan tepat waktu. Saat rakyat sangat membutuhkan, barangnya hilang dari pasaran. Ini terjadi juga pada minyak goreng dan gas melon.
Pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk Minyakita senilai Rp 15.700 per liter, tapi di pasaran harganya jauh di atas HET. Anggota FWK di Jabodetabek sering menemukan, Minyakita menghilang dari pasaran. Sementara minyak goreng bermerek lainnya, harga melonjak tinggi mengikuti fluktuasi harga CPO internasional. Ini membuat emak-emak menjerit karena biaya kebutuhan dapurnya terus bertambah, sementara penghasilan tidak meningkat.
Pekerjaan rumah
Komentar