Ia juga berpesan agar ketiga tim terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas penampilan sesuai catatan dewan juri, terutama pada aspek keterpaduan permainan.
> “Terus tingkatkan harmoni antara tabuhan beduk dan lantunan vokal. Masih ada waktu untuk berlatih agar tampil lebih matang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Andri Ferdian, menjelaskan bahwa penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari kreativitas, kekompakan, teknik pukulan, penampilan, hingga kualitas vokal.
> “Sebanyak 16 tim dari delapan kecamatan ikut ambil bagian. Tim yang terpilih akan kami siapkan secara optimal agar mampu meraih hasil terbaik di tingkat provinsi,” kata Andri.
Festival Beduk ini menjadi salah satu upaya pelestarian seni budaya Betawi sekaligus ruang ekspresi generasi muda Jakarta Pusat dalam menyambut bulan suci Ramadan. (*/hel)
Komentar