Seputar Publik / Berita

Hoaks Makin Sulit Dideteksi di Era AI, DKI Jakarta Libatkan Anak Muda Lewat Duta Antihoaks 2026

Dari 356 pendaftar, 10 finalis menjalani seleksi dan pembinaan untuk memperkuat literasi digital serta gerakan Jakarta Lawan Hoaks.
Pemprov DKI Jakarta melalui Diskominfotik menyiapkan Duta Antihoaks Jakarta 2026 untuk memperkuat literasi digital dan mengajak masyarakat lebih kritis menghadapi hoaks serta disinformasi berbasis teknologi AI. Pemprov DKI Jakarta melalui Diskominfotik menyiapkan Duta Antihoaks Jakarta 2026 untuk memperkuat literasi digital dan mengajak masyarakat lebih kritis menghadapi hoaks serta disinformasi berbasis teknologi AI.

Perkembangan teknologi tersebut membuat sejumlah konten manipulatif semakin sulit dikenali secara kasatmata. Karena itu, kemampuan memeriksa sumber, memahami konteks, dan melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi menjadi bagian penting dalam literasi digital.

Kepala Diskominfotik Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, mengatakan perkembangan AI menuntut pendekatan literasi digital yang terus menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi.

“Di era AI, tantangan kita bukan lagi sekadar membedakan informasi benar dan salah. Foto, suara, bahkan video dapat direkayasa dengan sangat meyakinkan. Karena itu, pertahanan terbaik Jakarta bukan hanya teknologi, tetapi masyarakat yang kritis—yang terbiasa memeriksa sumber, memahami konteks, dan berpikir sebelum membagikan informasi,” ujar Marulina dalam keterangan resminya.

10 Finalis Duta Antihoaks Jakarta Jalani Seleksi Berjenjang

Marulina menjelaskan, program Duta Antihoaks Jakarta tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk memilih figur terbaik. Program tersebut dirancang untuk menemukan anak muda yang mampu menerjemahkan pengetahuan mengenai literasi digital menjadi aksi nyata di tengah masyarakat.

Tulis Komentar

Komentar