Melalui program tersebut, Pemprov DKI Jakarta ingin memperkuat Jakarta Lawan Hoaks sebagai gerakan bersama yang melibatkan masyarakat luas.
Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong tiga kebiasaan penting dalam menghadapi arus informasi digital, yakni kritis ketika menerima informasi, cermat melakukan verifikasi, dan bertanggung jawab sebelum membagikannya.
Di tengah perkembangan AI yang memungkinkan pembuatan dan manipulasi konten semakin meyakinkan, literasi digital tidak lagi sebatas kemampuan menggunakan teknologi.
Masyarakat juga perlu memiliki kecakapan untuk menilai sumber dan kredibilitas informasi, memahami konteks, serta melakukan pemeriksaan sebelum menyebarkan sebuah konten.
Melalui keterlibatan generasi muda, program Duta Antihoaks Jakarta 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu bagian dari upaya membangun budaya bermedia digital yang lebih kritis, cermat, dan bertanggung jawab di Jakarta.
*Penulis; Helmi
Komentar