Seputar Publik / Berita

Hoaks Makin Sulit Dideteksi di Era AI, DKI Jakarta Libatkan Anak Muda Lewat Duta Antihoaks 2026

Dari 356 pendaftar, 10 finalis menjalani seleksi dan pembinaan untuk memperkuat literasi digital serta gerakan Jakarta Lawan Hoaks.
Pemprov DKI Jakarta melalui Diskominfotik menyiapkan Duta Antihoaks Jakarta 2026 untuk memperkuat literasi digital dan mengajak masyarakat lebih kritis menghadapi hoaks serta disinformasi berbasis teknologi AI. Pemprov DKI Jakarta melalui Diskominfotik menyiapkan Duta Antihoaks Jakarta 2026 untuk memperkuat literasi digital dan mengajak masyarakat lebih kritis menghadapi hoaks serta disinformasi berbasis teknologi AI.

Duta Antihoaks Bakal Bergerak di Sekolah hingga Media Sosial

Pengukuhan Duta Antihoaks Jakarta 2026 direncanakan berlangsung pada Oktober 2026.

Setelah terpilih, para duta akan menjadi mitra Diskominfotik DKI Jakarta dalam memperluas gerakan literasi digital melalui berbagai saluran, mulai dari sekolah, kampus, komunitas, ruang publik, hingga kanal digital dan media sosial.

Proyek kampanye yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan juga akan didorong agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Menurut Marulina, keberhasilan program tidak hanya diukur dari kemampuan finalis menyampaikan gagasan di hadapan juri, tetapi juga dari kemampuan mereka mengajak masyarakat membangun kebiasaan bermedia digital secara bertanggung jawab.

“Kami tidak mencari Duta Antihoaks yang hanya kuat di atas panggung. Kami mencari anak muda yang mampu berbicara dengan bahasa generasinya, turun ke masyarakat, dan mengubah pengetahuan menjadi gerakan. Setelah terpilih, pekerjaan mereka justru dimulai,” katanya.

Perkuat Gerakan Jakarta Lawan Hoaks

Tulis Komentar

Komentar