Seputar Publik / Berita

Hoaks Makin Sulit Dideteksi di Era AI, DKI Jakarta Libatkan Anak Muda Lewat Duta Antihoaks 2026

Dari 356 pendaftar, 10 finalis menjalani seleksi dan pembinaan untuk memperkuat literasi digital serta gerakan Jakarta Lawan Hoaks.
Pemprov DKI Jakarta melalui Diskominfotik menyiapkan Duta Antihoaks Jakarta 2026 untuk memperkuat literasi digital dan mengajak masyarakat lebih kritis menghadapi hoaks serta disinformasi berbasis teknologi AI. Pemprov DKI Jakarta melalui Diskominfotik menyiapkan Duta Antihoaks Jakarta 2026 untuk memperkuat literasi digital dan mengajak masyarakat lebih kritis menghadapi hoaks serta disinformasi berbasis teknologi AI.

Penilaian terhadap para finalis tidak hanya mempertimbangkan kreativitas dan kebaruan gagasan. Dewan juri juga menilai relevansi proyek dengan persoalan nyata, kemampuan implementasi, komunikasi, kepemimpinan, dampak, serta keberlanjutan program.

Sepuluh finalis tersebut merupakan hasil rangkaian seleksi dan pembinaan yang berlangsung sejak Juli 2026. Dari total 356 pendaftar, peserta harus melewati seleksi administrasi, seleksi bertahap, in-house training, hingga pembekalan penyusunan proyek kampanye.

Para finalis kemudian melaksanakan Proyek Kampanye Literasi Digital pada 28 Agustus hingga 25 September 2026.

Hasil pelaksanaan proyek tersebut dipresentasikan di hadapan dewan juri sebagai bagian dari tahap penentuan Duta Antihoaks Jakarta 2026.

Penjurian melibatkan sejumlah tokoh dari bidang pemerintahan, literasi digital, kewirausahaan, dan industri kreatif.

Mereka antara lain Kepala Diskominfotik DKI Jakarta Marulina Dewi; Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital RI Rizki Ameliah; entrepreneur dan motivator Merry Riana; aktor sekaligus pegiat industri kreatif Dennis Adhiswara; serta Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Keumatan dan Keagamaan Nong Darol Mahmada.

Tulis Komentar

Komentar