Seputar Publik / Berita

Holding Perkebunan Nusantara Lampaui Target Pembelian TBS Semester I 2026, PTPN IV Regional V Perkuat Kemitraan Petani Sawit

Realisasi pembelian Tandan Buah Segar (TBS) mencapai 174.261 ton atau 100,81 persen dari target Semester I 2026, mencerminkan penguatan kemitraan berkelanjutan antara PTPN IV Regional V dan petani sawit mitra.
Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V mencatat realisasi pembelian TBS petani mitra sebesar 174.261 ton pada Semester I 2026, melampaui target perusahaan dan memperkuat kemitraan berkelanjutan dengan petani sawit. Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V mencatat realisasi pembelian TBS petani mitra sebesar 174.261 ton pada Semester I 2026, melampaui target perusahaan dan memperkuat kemitraan berkelanjutan dengan petani sawit.

Ary menambahkan, Distrik Petani Mitra akan terus mengoptimalkan peran petugas di lapangan dalam memperkuat hubungan dengan petani, khususnya pada wilayah kerja PKS yang capaian pembelian TBS-nya masih berada di bawah target.

> "Petugas DPM di lapangan akan terus meningkatkan pendekatan dan intensitas pendampingan kepada petani mitra agar hubungan kemitraan semakin erat dan potensi produksi TBS dapat dioptimalkan. Kami juga akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap unit-unit yang capaiannya masih rendah sehingga dapat dirumuskan langkah-langkah perbaikan yang tepat sesuai kondisi di masing-masing wilayah," tambahnya.

Menurut Ary, penguatan komunikasi, peningkatan kualitas layanan kepada petani, serta koordinasi yang lebih intensif dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan pasokan TBS secara berkelanjutan.

Memasuki Semester II Tahun 2026, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V akan terus memperluas basis kemitraan, meningkatkan intensitas pembinaan kepada petani, mengoptimalkan pelayanan pembelian TBS, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh unit PKS.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga tren pertumbuhan pembelian TBS hingga akhir tahun, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam membangun rantai pasok industri kelapa sawit yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan perekonomian daerah.(Adv)*

Tulis Komentar

Komentar