> "Dengan mengandalkan konsistensi kualitas teh premium dari bentangan areal perkebunan teh terbesar di dunia dalam satu manajemen korporasi, PTPN I optimistis mampu bersaing dengan produsen negara lain. Reputasi teh Indonesia akan semakin kuat di pasar internasional," ujar Aris.
Ia menjelaskan, hingga Mei 2026, PTPN I mengelola 12,7 ribu hektare tanaman menghasilkan dengan total produksi mencapai 11,6 juta kilogram teh dan produktivitas sekitar 912 kilogram per hektare.
Secara historis, kinerja produksi perusahaan juga menunjukkan tren positif. Produksi teh kering mencapai 29,05 juta kilogram pada 2022, kemudian 25,97 juta kilogram pada 2023, meningkat menjadi 28,44 juta kilogram pada 2024, dan kembali naik menjadi 29,28 juta kilogram sepanjang 2025 dengan produktivitas mencapai 2.004 kilogram per hektare.
Pada periode yang sama, volume ekspor perusahaan tercatat mencapai 8,9 juta kilogram, memperkuat posisi PTPN I sebagai salah satu eksportir teh nasional.
Perluas Pasar Ekspor
Aris mengungkapkan, produk teh PTPN I kini telah dipasarkan ke berbagai negara, dengan Malaysia sebagai pasar terbesar, disusul Korea Selatan, Thailand, kawasan Timur Tengah seperti Dubai, serta negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat, termasuk Jerman dan Inggris.
Menurutnya, daya saing utama teh PTPN I terletak pada kualitas yang mampu bersaing dengan produk dari negara-negara penghasil teh terkemuka dunia.
Komentar