Ia menambahkan, dinamika industri kelapa sawit global menuntut perusahaan terus melakukan penyesuaian, baik dari sisi teknologi maupun manajemen, dengan tetap memperhatikan kesejahteraan tenaga kerja.
“Apresiasi ini bukan hanya rutinitas seremoni tahunan. Di tengah transformasi bisnis dan target produktivitas nasional, jaminan atas hak-hak pekerja serta apresiasi atas loyalitas menjadi variabel penting untuk menjaga produktivitas berkelanjutan,” ujarnya.
Jatmiko juga menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga iklim kerja yang kondusif di seluruh unit operasional.
Menurut dia, pengalaman pekerja senior merupakan modal penting dalam proses knowledge transfer kepada generasi pekerja yang lebih muda.
“Tantangan industri ke depan adalah bagaimana mengombinasikan pengalaman lapangan dari karyawan senior dengan inovasi digital yang dibawa oleh generasi baru. Sinergi ini yang kami dorong di seluruh unit kerja,” papar Jatmiko.
Kisah 35 Tahun Meniti Karier
Komentar