Seputar Publik / Berita

SDN Malabar II, Sekolah Rakyat Tertua di Jawa Barat yang Tetap Terawat di Kawasan PTPN

Didirikan KAR Bosscha pada 1901, SDN Malabar II di Pangalengan menjadi saksi lebih dari satu abad perjalanan pendidikan masyarakat perkebunan dan terus dijaga sebagai warisan sejarah bangsa.
Berdiri sejak 1901 di kawasan Perkebunan Teh Malabar, SDN Malabar II menjadi salah satu sekolah rakyat tertua di Jawa Barat yang hingga kini tetap terjaga sebagai warisan sejarah pendidikan Indonesia. Berdiri sejak 1901 di kawasan Perkebunan Teh Malabar, SDN Malabar II menjadi salah satu sekolah rakyat tertua di Jawa Barat yang hingga kini tetap terjaga sebagai warisan sejarah pendidikan Indonesia.

Seputarpublik.com || PANGALENGAN, BANDUNG – Di tengah hamparan hijau Perkebunan Teh Gunung Malabar, Kabupaten Bandung, berdiri salah satu jejak penting sejarah pendidikan nasional yang hingga kini tetap terawat di kawasan operasional PTPN I, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero). Bangunan panggung yang kini dikenal sebagai SD Negeri Malabar II tersebut bukan sekadar fasilitas pendidikan, melainkan saksi perjalanan panjang upaya mencerdaskan masyarakat yang telah berlangsung lebih dari satu abad. (19/6/2026).

Sekolah yang pada awalnya bernama Vervoloog Malabar itu didirikan pada tahun 1901 oleh pionir perkebunan teh Malabar, Karel Albert Rudolf (KAR) Bosscha. Kehadiran sekolah tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial untuk membuka akses pendidikan bagi masyarakat pribumi, khususnya anak-anak karyawan dan buruh perkebunan, pada masa ketika kesempatan memperoleh pendidikan masih sangat terbatas.

Kini, sekolah tersebut berstatus sebagai SD Negeri Malabar II dan dikelola oleh pemerintah. Meski demikian, jejak sejarah yang melekat pada bangunan dan perjalanan sekolah tetap terjaga. Sejumlah dokumentasi dan foto kegiatan belajar mengajar masa lampau masih tersimpan sebagai pengingat perjalanan panjang pendidikan di kawasan perkebunan Malabar.

Tulis Komentar

Komentar