Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Febrian Alphyanto Ruddyard menilai kolaborasi menjadi salah satu kunci dalam membangun ekosistem industri yang lebih kuat.
Menurut Febrian, kualitas pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga kemampuan berbagai institusi untuk bekerja secara terpadu.
“Tantangan saat ini bukanlah sekadar menciptakan lebih banyak kebijakan, kerangka kerja, atau lembaga. Elemen-elemen tersebut sudah kita miliki. Tantangannya adalah membuat semuanya bekerja sama,” ujar Febrian.
Ia menekankan pentingnya sistem pertanggungjawaban bersama yang didukung informasi terpadu, pembiayaan terkoordinasi, dan akuntabilitas bersama.
Sementara itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan transformasi industri perlu berjalan beriringan dengan penguatan teknologi dan infrastruktur.
“Transformasi industri Indonesia perlu didukung oleh peningkatan kapasitas produksi dan pengolahan yang disertai dengan penguatan teknologi, infrastruktur, dan efisiensi,” kata Yuliot.
Menurut Yuliot, kekayaan sumber daya alam Indonesia perlu diterjemahkan menjadi nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.
Komentar