Seputar Publik / Berita

Kabut Asap Mulai Selimuti Kalimantan, PTPN IV PalmCo Perketat Patroli dan Mitigasi Karhutla di 4 Provinsi

Hadapi puncak musim kemarau, PTPN IV PalmCo memperkuat sistem deteksi dini berbasis AI, patroli 24 jam, pengelolaan tata air, serta kesiapan sarana pemadaman di 12 kabupaten/kota.
PTPN IV PalmCo memperketat patroli dan kesiapsiagaan mitigasi kebakaran hutan dan lahan di empat provinsi Kalimantan untuk mencegah meluasnya kabut asap selama musim kemarau. PTPN IV PalmCo memperketat patroli dan kesiapsiagaan mitigasi kebakaran hutan dan lahan di empat provinsi Kalimantan untuk mencegah meluasnya kabut asap selama musim kemarau.

“Kami tidak bekerja sendiri. Sinergi dengan instansi terkait telah terjalin kuat. Kami juga menyiagakan fasilitas pemadaman untuk turut membantu apabila ditemukan titik api di wilayah sekitar kebun,” tambahnya.

Patroli Lapangan Ditingkatkan Menjadi 24 Jam

Arahan dari manajemen pusat tersebut diterjemahkan menjadi langkah operasional oleh PTPN IV Regional V yang membawahi wilayah kerja perusahaan di Kalimantan.

Region Head PTPN IV Regional V, Sudarma Bhakti Lessan, mengatakan status patroli lapangan telah ditingkatkan menjadi 24 jam penuh di sejumlah titik yang dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.

“Untuk memastikan sumber daya manusia kami siap menghadapi kondisi terburuk, kami secara berkala melakukan peningkatan kapasitas. Baru-baru ini, Regional V menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan atau Bimtek Dalkarhutla di Kalimantan Barat yang diikuti hampir 100 karyawan dari berbagai kebun,” ungkapnya.

Para peserta Bimtek berasal dari tim Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) yang menjadi bagian dari unsur kesiapsiagaan perusahaan di lapangan.

Selain melakukan pemantauan melalui menara pengawas, tim tersebut juga melaksanakan sosialisasi dan membangun koordinasi bersama kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat desa.

“Seluruh perlengkapan pemadaman, mulai dari alat berat untuk membuat sekat bakar atau fire break, armada tangki air, hingga mesin pompa portabel, telah diperiksa dan dipastikan dalam kondisi siap digunakan,” kata Sudarma.

Ia menambahkan, koordinasi langsung dengan aparat keamanan dan instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan sistem deteksi dini serta respons terhadap potensi kebakaran dapat berjalan secara efektif.

Ancaman karhutla di Kalimantan masih menjadi perhatian seiring berlangsungnya musim kemarau dalam beberapa waktu ke depan. Kesiapsiagaan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kebakaran serta meminimalkan dampak kabut asap terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.(Red)*

Tulis Komentar

Komentar