Tim Gabungan Bergerak Cepat Begitu menerima laporan, tim gabungan dari Dit Polair Polda NTB, Basarnas, Sat Polair Polres Lombok Utara, TNI AL, dan Syahbandar langsung menuju lokasi kejadian. Berkat respons cepat tersebut, seluruh awak kapal berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan segera dievakuasi ke daratan.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., menegaskan jika keselamatan awak kapal sebagai prioritas utama dalam operasi penyelamatan tersebut.
"Kami bersyukur seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat. Ini adalah bentuk kesiapsiagaan tim gabungan dalam menangani insiden di perairan. Kami mengimbau para nelayan, agar selalu memperhatikan kondisi kapal dan membawa perlengkapan keselamatan sebelum melaut," ujar Kombes Pol Kholid.
Kerugian Ditaksir Rp 230 Juta
Sayangnya, kapal nelayan tersebut tak bisa diselamatkan. Api melahap habis badan kapal beserta isinya, termasuk ikan kerapu seberat 1,5 ton yang disimpan dalam aquarium kapal. Kerugian akibat kejadian itu diperkirakan mencapai Rp 230 juta.
Saat ini, kepolisian dan instansi terkait masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Kombes Pol Kholid pun mengingatkan agar para nelayan lebih waspada, dalam memeriksa kondisi mesin dan kelistrikan kapal sebelum berlayar.
"Keselamatan di laut adalah tanggung jawab bersama. Jika ada kejadian darurat, segera laporkan agar tim bisa bertindak cepat," tutupnya.
Dengan adanya kejadian tersebut, diharapkan para nelayan lebih berhati-hati dan selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk saat berlayar di lautan.
(Dani Sosal)
Komentar