Ia menegaskan Rutan Kelas I Jakarta Pusat tidak memberikan toleransi terhadap peredaran handphone, narkoba, maupun praktik pungutan liar (pungli).
Selain itu, warga binaan juga diingatkan agar tidak terlibat dalam praktik penipuan atau scam dalam bentuk apa pun dari dalam rutan.
Pesan tersebut disampaikan dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis agar aturan dapat dipahami serta dijalankan sebagai bagian dari proses pembinaan.
Sumaryo juga mengajak warga binaan untuk menjalani masa pidana dengan tabah dan ikhlas serta menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.
“Terima kasih semuanya, mari kita sama-sama belajar bersyukur. Menjalani kehidupan ini... apa yang harus ditaati, sepakat ya?” ucap Sumaryo.
Ajakan tersebut kemudian disambut seruan “Sepakat!” dari ratusan warga binaan yang hadir di lapangan.
Bangun Komunikasi Humanis
Melalui dialog terbuka tersebut, jajaran Rutan Kelas I Jakarta Pusat mendorong terbangunnya komunikasi yang lebih erat antara pimpinan, petugas, dan warga binaan.
Pendekatan humanis diharapkan dapat berjalan seiring dengan penegakan tata tertib sehingga tercipta lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.
Kesadaran untuk menjauhi pelanggaran juga diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan warga binaan agar mereka memiliki bekal yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penguatan komitmen Rutan Kelas I Jakarta Pusat dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta mencegah peredaran barang terlarang, pungutan liar, dan praktik penipuan di lingkungan rutan.
* Penulis: Gamaliel Ronaldo
Komentar