Seputar Publik / Opini

Ketika Alam Bergerak, Indonesia Perlu Berhenti Sejenak: Teguran, Peringatan, atau Cermin bagi Para Pemimpin?

Oleh : Rendy Herdiana
Rangkaian bencana dan aktivitas vulkanik di berbagai wilayah Indonesia menjadi momentum bagi bangsa untuk memperkuat mitigasi, memperbaiki tata kelola, serta melakukan introspeksi terhadap arah kehidupan berbangsa dan bernegara.(Foto Ilustrasi). Rangkaian bencana dan aktivitas vulkanik di berbagai wilayah Indonesia menjadi momentum bagi bangsa untuk memperkuat mitigasi, memperbaiki tata kelola, serta melakukan introspeksi terhadap arah kehidupan berbangsa dan bernegara.(Foto Ilustrasi).

Kita tidak ingin mengatakan bahwa alam sedang marah kepada pemerintah. Saya juga tidak ingin menghakimi bahwa bencana merupakan hukuman atas perilaku para pejabat.

Kita tidak memiliki kapasitas untuk memastikan kehendak Tuhan melalui sebuah bencana.

Tetapi kita memiliki kapasitas untuk bercermin.

Mungkin bukan alam yang sedang menegur kita.

Mungkin rangkaian peristiwa ini justru menjadi kesempatan bagi kita untuk menegur diri sendiri: tentang keserakahan, kelalaian, buruknya tata kelola, lemahnya mitigasi, kerusakan lingkungan, korupsi dan hilangnya rasa kemanusiaan.

Sebab ukuran keberhasilan sebuah negara bukan hanya gedung tinggi, pertumbuhan ekonomi atau banyaknya proyek pembangunan.

Ukuran keberhasilan negara juga terlihat dari bagaimana negara melindungi rakyatnya ketika mereka berada dalam keadaan paling lemah.

Kekuasaan akan berganti. Jabatan akan berakhir. Politik akan terus berubah.

Tetapi penderitaan rakyat meninggalkan jejak yang panjang.

Tulis Komentar

Komentar