“Sepanjang 2024, Ancol mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 1,266 triliun, dengan kontribusi utama dari sektor pariwisata sebesar 75,11 persen, disusul real estat serta perdagangan dan jasa,” ujar Daniel di Jakarta, Jumat (25/4/2025).
Daniel menjelaskan, meski dihadapkan pada tantangan ekonomi global, kenaikan harga bahan baku, dan perubahan preferensi pelanggan, Perseroan mampu mempertahankan pendapatan selevel tahun sebelumnya.
Hal ini berkat strategi inovasi seperti digitalisasi layanan tiket, peningkatan fasilitas pengunjung, dan pengembangan wahana baru, sehingga berhasil mempertahankan pendapatan seperti tahun lalu.
Selain itu, ungkap Daniel, perseroan terus menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui program pemberdayaan masyarakat, penurunan stunting, serta konservasi lingkungan seperti restorasi kerang hijau dan transfarasi terumbu karang.
Berbagai penghargaan dibidang ekonomi, sosial dan lingkungan semakin mengukuhkan posisi PT Pembangunan Jaya Ancol TBK sebagai pengembang properti dan kawasan wisata terpadu yang berkelanjutan.
"Keberhasilan ini semakin memperkuat reputasi Ancol sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya mengutamakan kualitas layanan, tapi juga peduli terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar," pungkasnya.
(*/hel)
Komentar