Seputar Publik / Berita

Laba PTPN IV PalmCo Melonjak 88,5% Jadi Rp7,08 Triliun, Raih Penghargaan The Asian Post 2026

Kinerja keuangan tahun buku 2025 ditopang peningkatan produksi CPO menjadi 2,75 juta ton dan penguatan efisiensi operasional.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPN IV PalmCo, Hilda Savitri, menerima penghargaan Yearly Excellent Performance State-Owned Enterprise Subsidiary 2026 dari The Asian Post dan Infobank Media Group di Jakarta. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPN IV PalmCo, Hilda Savitri, menerima penghargaan Yearly Excellent Performance State-Owned Enterprise Subsidiary 2026 dari The Asian Post dan Infobank Media Group di Jakarta.

Jatmiko menjelaskan, pertumbuhan laba perusahaan turut ditopang peningkatan produksi minyak sawit mentah atau *Crude Palm Oil* (CPO). Pada 2025, produksi CPO PTPN IV PalmCo mencapai 2,75 juta ton, naik 7,7 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya sebesar 2,56 juta ton.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPN IV PalmCo, Hilda Savitri, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga kesehatan fundamental keuangan dan memastikan pertumbuhan bisnis berlangsung secara berkelanjutan.

Menurut Hilda, penghargaan *Yearly Excellent Performance* menjadi refleksi atas penerapan manajemen keuangan yang prudent atau berhati-hati, terukur, serta pengelolaan risiko yang berkesinambungan.

“Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus mengelola risiko dengan baik, memperkuat efisiensi operasional, serta memastikan bahwa pertumbuhan perusahaan membawa dampak positif tidak hanya bagi pemegang saham, tetapi juga untuk kesejahteraan petani mitra di lapangan,” ujarnya.

Ke depan, PTPN IV PalmCo berkomitmen melanjutkan evaluasi, inovasi operasional, dan penguatan mitigasi risiko. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan di tengah dinamika pasar energi dan anomali iklim global.

Pertumbuhan laba dan produksi tersebut menjadi bagian dari capaian kinerja perusahaan pada 2025. Manajemen menyatakan upaya efisiensi dan perbaikan operasional akan terus dilanjutkan guna menjaga kinerja serta keberlanjutan usaha perkebunan milik negara tersebut.(Red.)*

Tulis Komentar

Komentar