Seputar Publik / Berita

LPTQ DKI Cetak Sejarah, MTQ Piala Gubernur 2026 Digelar Perdana Berjenjang dari Kelurahan hingga Provinsi

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno resmi membuka MTQ Piala Gubernur 2026 di Balai Kota, menghadirkan sistem seleksi berjenjang untuk memperkuat pembinaan generasi Qurani di seluruh Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka secara resmi MTQ Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 di Balai Kota. Ajang perdana ini mencatat sejarah dengan menerapkan seleksi berjenjang mulai dari tingkat kelurahan hingga provinsi untuk mencetak qari dan qariah terbaik. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka secara resmi MTQ Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 di Balai Kota. Ajang perdana ini mencatat sejarah dengan menerapkan seleksi berjenjang mulai dari tingkat kelurahan hingga provinsi untuk mencetak qari dan qariah terbaik.

Seputarpublik.com || JAKARTA – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi DKI Jakarta mencatat sejarah baru dengan menggelar Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Piala Gubernur DKI Jakarta Tingkat Provinsi 2026. Untuk pertama kalinya, ajang pembinaan Al-Qur'an ini diselenggarakan melalui sistem seleksi berjenjang yang dimulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota administrasi, hingga tingkat provinsi.

Puncak pelaksanaan MTQ Piala Gubernur DKI Jakarta berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta pada 29 Juli hingga 5 Agustus 2026 dan secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Penyelenggaraan ini menjadi tonggak baru dalam pembinaan qari dan qariah di Jakarta sekaligus memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.

Mengusung tema "MTQ Membangun Generasi Qurani yang Berwawasan Global, Berakhlak Mulia, dan Berakar pada Budaya", kegiatan ini diikuti oleh qari, qariah, hafiz, hafizah, mufasir, mufasiroh, kaligrafer, hingga peserta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an dan Hadis dari enam wilayah kota/kabupaten administrasi di DKI Jakarta.

Ketua Panitia Pelaksana MTQ Piala Gubernur DKI Jakarta 2026, Muhammad Ali, mengatakan tema tersebut menjadi komitmen bersama dalam melahirkan generasi Qurani yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan budaya.

Tulis Komentar

Komentar