Seputar Publik / Berita

LPTQ DKI Cetak Sejarah, MTQ Piala Gubernur 2026 Digelar Perdana Berjenjang dari Kelurahan hingga Provinsi

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno resmi membuka MTQ Piala Gubernur 2026 di Balai Kota, menghadirkan sistem seleksi berjenjang untuk memperkuat pembinaan generasi Qurani di seluruh Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka secara resmi MTQ Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 di Balai Kota. Ajang perdana ini mencatat sejarah dengan menerapkan seleksi berjenjang mulai dari tingkat kelurahan hingga provinsi untuk mencetak qari dan qariah terbaik. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka secara resmi MTQ Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 di Balai Kota. Ajang perdana ini mencatat sejarah dengan menerapkan seleksi berjenjang mulai dari tingkat kelurahan hingga provinsi untuk mencetak qari dan qariah terbaik.

Ketua Panitia Pelaksana MTQ Piala Gubernur DKI Jakarta 2026, Muhammad Ali, mengatakan tema tersebut menjadi komitmen bersama dalam melahirkan generasi Qurani yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan budaya.

Menurutnya, MTQ Piala Gubernur bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur'an, melainkan bagian dari ikhtiar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melahirkan qari dan qariah terbaik, memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

Dalam pembukaan acara, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno terlebih dahulu melantik Dewan Hakim yang akan memimpin proses penilaian selama pelaksanaan MTQ tingkat provinsi. Setelah itu, Rano secara resmi membuka MTQ Piala Gubernur DKI Jakarta 2026.

Dalam sambutannya, Rano menegaskan bahwa MTQ tidak boleh dimaknai hanya sebagai perlombaan untuk mencari juara, tetapi harus menjadi gerakan bersama dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur'an sekaligus memperkuat karakter masyarakat Jakarta.

Ia juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan MTQ tahun ini menghadirkan terobosan baru melalui sistem seleksi berjenjang dari tingkat kelurahan hingga provinsi. Mekanisme tersebut diharapkan mampu menjaring potensi qari dan qariah secara lebih merata dari seluruh wilayah Jakarta.

Tulis Komentar

Komentar