Langkah tersebut dinilai semakin penting di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan maupun harga energi.
Konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia, menurut Mahfuz, menunjukkan bahwa ketahanan energi memiliki keterkaitan dengan kondisi ekonomi dan keamanan suatu negara.
Karena itu, ia mendorong pengembangan berbagai sumber energi yang dapat memperkuat ketahanan nasional.
Mahfuz juga menilai pembahasan mengenai ketahanan energi perlu terus dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong munculnya gagasan yang dapat diterapkan.
> “Kita juga lagi mengembangkan energi yang bukan akibat dari perang-perang antara Rusia dan Iran, Afrika, antara Israel dengan yang juga di tempat-tempat lain. Tinggal kemudian bagaimana kita kembangkan,” katanya.
Dorong Literasi dan Kemandirian Energi
Diskusi publik tersebut turut menghadirkan Dr. Rahmat Yuliawan dan Dr. Sadkan sebagai narasumber.
Forum tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan dan literasi masyarakat mengenai pentingnya ketahanan energi, sekaligus membuka ruang pembahasan mengenai peluang Indonesia dalam mengoptimalkan potensi energi yang dimiliki.
Mahfuz menilai forum diskusi semacam itu penting untuk memperkaya perspektif mengenai pengelolaan energi nasional.
Dengan pemahaman yang semakin baik dan pengelolaan sumber daya yang tepat, Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan kekayaan alam secara berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian energi.
Upaya tersebut juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi dari luar negeri serta memperkuat daya saing Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi dan geopolitik global.(Red)*
Komentar