Menurut Mendagri, alokasi bantuan perumahan di Sulawesi Tenggara pada tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 bantuan hanya menyasar 1.129 unit rumah, maka pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 8.973 unit rumah. Setiap unit menerima bantuan peningkatan kualitas rumah sebesar Rp20 juta.
Khusus untuk Kota Kendari, pemerintah menargetkan rehabilitasi sebanyak 548 unit rumah yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan sekitar Rp1 juta per bulan.
Mendagri menilai program bedah rumah dan pembangunan perumahan tersebut merupakan salah satu program berskala besar yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Sepertinya selama saya menjadi Mendagri, baru kali ini ada program yang betul-betul besar untuk membantu rakyat yang rumahnya tidak layak, termasuk juga membangun perumahan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Tito mengapresiasi arahan Presiden Prabowo Subianto serta langkah Menteri PKP yang aktif turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi permukiman masyarakat. Ia berharap program bantuan perumahan dapat terus berlanjut dan diperluas pada tahun-tahun mendatang guna mengurangi backlog perumahan nasional.
“Kita doakan saja tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya program ini berlanjut dan bertambah terus supaya masalah yang ada, yang kita sebut dengan backlog, baik masyarakat yang belum memiliki rumah maupun yang tinggal di rumah tidak layak huni, semakin berkurang,” pungkasnya.(Red)*
Puspen Kemendagri
Komentar