Persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah di Papua yakni mengatasi kasus tuberkulosis (TBC). Sejalan dengan itu, Tim Pembina Posyandu Provinsi Papua diminta untuk berperan dalam menurunkan angka prevalensi TBC. Apalagi, vaksin TBC telah tersedia, sehingga peran dari kader TP PKK dan Posyandu di Papua menjadi penting dan mendesak.
Mendagri pun meminta kolaborasi lintas sektor baik Pemerintah Provinsi Papua, TP PKK, dan Posyandu untuk dioptimalkan. Selain akan bermanfaat bagi masyarakat, upaya tersebut dinilai juga menjadi langkah mulia. Dalam kesempatan itu, Mendagri berpesan kepada Ketua TP PKK Provinsi Papua untuk terus meningkatkan koordinasi dengan jajaran TP PKK di tingkat kabupaten/kota di Provinsi Papua. Dengan demikian, program kerja dapat terlaksana dengan baik dan menyeluruh.
Selain itu, dirinya juga mengimbau Ketua TP PKK Provinsi Papua untuk tidak ragu berkonsultasi dengan jajaran TP PKK Pusat. Upaya ini untuk memastikan berbagai persoalan tentang kesejahteraan keluarga dapat diatasi dengan baik.
“Jadi tolong sering-sering, rajin-rajin buat acara koordinasi dengan ketua tim penggerak PKK tingkat kabupaten/kota,” tandasnya.
Sebagai informasi, dalam acara tersebut, Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian melantik Rafatul Mulkiyah Mathius sebagai Ketua TP PKK Provinsi Papua periode 2025-2030. Selain itu, Tri yang juga Ketua Umum Tim Pembina Posyandu juga melantik Rafatul sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Papua untuk periode yang sama.
Turut hadir pada kegiatan itu, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir beserta istri, Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri, Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen beserta istri, Penjabat (Pj.) Gubernur Papua periode 2025 Agus Fatoni, serta Pj. Ketua TP PKK Provinsi Papua periode 2025 Anggar Widyaningtyas Fatoni. Hadir pula jajaran pejabat terkait di tingkat kementerian/lembaga, serta Pemerintah Provinsi Papua.
Puspen Kemendagri
Komentar