Seputar Publik / Berita

Menjajal Bus Double Decker Yogyakarta-Jakarta: Pemandangan, Kenyamanan, hingga Kisah Dompet yang Tertinggal

Catatan perjalanan darat Hendry Ch Bangun bersama bus Indorent dari Terminal Jombor menuju Pondok Pinang, Jakarta, menghadirkan pengalaman menikmati perjalanan antarkota dari lantai dua bus hingga layanan pengembalian barang tertinggal.
Bus double decker dalam perjalanan darat dari Yogyakarta menuju Jakarta menjadi pilihan Hendry Ch Bangun untuk menikmati perjalanan sekaligus melihat pemandangan Pulau Jawa dari lantai dua bus. Bus double decker dalam perjalanan darat dari Yogyakarta menuju Jakarta menjadi pilihan Hendry Ch Bangun untuk menikmati perjalanan sekaligus melihat pemandangan Pulau Jawa dari lantai dua bus.

Tepat pukul 18.00, bus masuk ke Terminal Kampung Rambutan. Seperti Pulo Gebang, terminal ini juga merupakan terminal terpadu dengan beberapa pilihan moda transportasi yang memudahkan masyarakat melanjutkan perjalanan menuju berbagai wilayah Jakarta.

Terdapat sejumlah rute Transjakarta yang dapat digunakan dengan pembayaran menggunakan kartu elektronik.

Hanya sekitar tujuh menit kemudian, bus kembali masuk ke jalan tol menuju terminal akhir.

Karena tidak ada penumpang yang turun di Terminal Lebak Bulus, penumpang yang tersisa kemudian turun di Terminal Pondok Pinang, terminal bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Tepat pukul 18.24, bus tiba di Terminal Pondok Pinang. Waktu tersebut bahkan satu menit lebih cepat dibandingkan jadwal yang tertera pada tiket, yakni pukul 18.25.

Alhamdulillah.

Perjalanan ini terasa mengesankan. Saya segera memesan taksi menuju rumah. Dari Terminal Pondok Pinang, perjalanan menuju rumah hanya sekitar dua menit setelah masuk pintu tol JORR.

Dompet Tertinggal dan Pelayanan yang Berkesan

Kisah perjalanan menggunakan bus Indorent sebenarnya berakhir di sini.

Namun, setibanya di rumah, saya baru menyadari bahwa dompet yang berisi vitamin dan obat-obatan yang saya simpan di dalam ransel ternyata tertinggal.

Tulis Komentar

Komentar