Seputar Publik / Berita

Menjajal Bus Double Decker Yogyakarta-Jakarta: Pemandangan, Kenyamanan, hingga Kisah Dompet yang Tertinggal

Catatan perjalanan darat Hendry Ch Bangun bersama bus Indorent dari Terminal Jombor menuju Pondok Pinang, Jakarta, menghadirkan pengalaman menikmati perjalanan antarkota dari lantai dua bus hingga layanan pengembalian barang tertinggal.
Bus double decker dalam perjalanan darat dari Yogyakarta menuju Jakarta menjadi pilihan Hendry Ch Bangun untuk menikmati perjalanan sekaligus melihat pemandangan Pulau Jawa dari lantai dua bus. Bus double decker dalam perjalanan darat dari Yogyakarta menuju Jakarta menjadi pilihan Hendry Ch Bangun untuk menikmati perjalanan sekaligus melihat pemandangan Pulau Jawa dari lantai dua bus.


Sekitar tujuh menit kemudian, bus kembali melambat. Dari jendela, saya melihat seorang perempuan bersama anak perempuan kecil sedang menunggu di sisi jalan.

Bus berhenti. Sopir turun dan menyerahkan sebuah plastik kresek. Setelah itu, ia mencium kepala anak kecil tersebut dan menyalami istrinya.

Di jalan kecil di luar tol terlihat sebuah sepeda motor. Tampaknya, mereka memang menunggu sang kepala keluarga. Begitu melihat bus berhenti, mereka segera menghampiri.

Bagi saya, pemandangan sederhana itu terasa mengharukan. Mungkin, karena kesibukan dan pekerjaan yang mengharuskan sang ayah bepergian ke luar kota setiap hari, pertemuan singkat seperti itu menjadi salah satu cara mereka untuk tetap menjaga kebersamaan keluarga.

Dari jalan tol, bus kembali keluar dan masuk ke Terminal Tingkir, Salatiga. Empat penumpang kembali naik.

Setelah keluar dari terminal, pramugari bus menyampaikan sejumlah informasi kepada penumpang. Disebutkan bahwa sopir hari itu adalah Heru, dengan sopir kedua Loli. Informasi mengenai posisi jendela darurat juga disampaikan, termasuk lokasi di sekitar kursi 5C dan 6A.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju lokasi makan siang di Restoran Haji Irwan, KM 389. Bus dijadwalkan berhenti selama 30 menit.

Tulis Komentar

Komentar