Saat membeli tiket, penumpang diminta memilih menu makan siang. Saya memilih empal gentong dan teh tawar hangat.
Sejak awal keberangkatan, di kursi juga telah tersedia bantal kecil, selimut, dua potong roti Holland Bakery, serta satu botol air mineral. Selain itu, tersedia teh dan kopi yang dapat diseduh menggunakan air dari dispenser. Bagi penumpang yang ingin menikmati makanan ringan, tersedia pula mi instan.
Menikmati Pemandangan dari Lantai Dua
Hingga Kartasura, pemandangan di luar bus masih didominasi suasana perkotaan. Terlihat rumah-rumah, sekolah, kantor kelurahan atau kecamatan, area persawahan, hingga sejumlah pabrik.
Suasana khas Minggu pagi juga terlihat. Banyak warga bersepeda dan berolahraga.
Memasuki wilayah Salatiga, pemandangan hijau mulai terlihat di sepanjang sisi jalan tol. Dari lantai dua bus, pemandangan tersebut terasa lebih leluasa dinikmati dibandingkan ketika menggunakan mobil pribadi.
Perjalanan sebenarnya belum terlalu jauh, tetapi bus kembali keluar untuk mengisi bahan bakar di KM 445.
Semula saya menduga setelah mengisi bahan bakar, bus akan langsung melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Ternyata, perkiraan saya keliru.
Bus kembali keluar melalui pintu tol Banyumanik. Di terminal kecil yang berada di Jalan Setia Budi, kembali naik empat penumpang dengan barang bawaan masing-masing.
Komentar