Seputar Publik / Berita

Menjajal Bus Double Decker Yogyakarta-Jakarta: Pemandangan, Kenyamanan, hingga Kisah Dompet yang Tertinggal

Catatan perjalanan darat Hendry Ch Bangun bersama bus Indorent dari Terminal Jombor menuju Pondok Pinang, Jakarta, menghadirkan pengalaman menikmati perjalanan antarkota dari lantai dua bus hingga layanan pengembalian barang tertinggal.
Bus double decker dalam perjalanan darat dari Yogyakarta menuju Jakarta menjadi pilihan Hendry Ch Bangun untuk menikmati perjalanan sekaligus melihat pemandangan Pulau Jawa dari lantai dua bus. Bus double decker dalam perjalanan darat dari Yogyakarta menuju Jakarta menjadi pilihan Hendry Ch Bangun untuk menikmati perjalanan sekaligus melihat pemandangan Pulau Jawa dari lantai dua bus.

Arus lalu lintas di jalan tol saat itu cukup padat, terutama dengan banyaknya kendaraan berat yang melaju lebih lambat. Kecelakaan tersebut menyebabkan arus lalu lintas tersendat cukup panjang. Peristiwa itu terjadi menjelang pintu keluar tol Plumbon.

Bus kembali mengisi bahan bakar di KM 101. Antrean kendaraan, termasuk truk dan bus, terlihat cukup panjang.

Tercatat sekitar 23 menit waktu yang dibutuhkan sejak bus masuk ke area SPBU hingga kembali memasuki jalan tol menuju Jakarta. Saat itu, waktu menunjukkan pukul 15.50.

Sekitar 22 menit kemudian, bus melewati pintu tol Cikampek Utama dan tak lama kemudian bertemu dengan arus kendaraan dari arah Tol Cipularang.

Minggu sore membuat arus lalu lintas relatif padat. Apalagi, Senin, 20 Juli, merupakan hari pertama sebagian siswa sekolah swasta kembali masuk setelah libur panjang sejak awal Juli.

Jika sebelumnya kecepatan rata-rata bus berada di kisaran 70-80 kilometer per jam, kecuali di lokasi kecelakaan atau pekerjaan perbaikan jalan, setelah itu kecepatan menurun menjadi sekitar 50-60 kilometer per jam meski tersedia empat lajur.

Menyusuri Cikarang hingga Jakarta

Sesuai rencana perjalanan yang saya catat, bus mulai menurunkan penumpang di Cikarang setelah keluar melalui pintu tol Cikarang Barat.

Sejumlah penumpang muda, yang kemungkinan merupakan pekerja di kawasan industri tersebut, turun dengan membawa tas masing-masing.

Tulis Komentar

Komentar