Seputar Publik / Berita

Milad FBR ke-25, Gubernur Pramono Anung Tegaskan Budaya Betawi Jadi Fondasi Jakarta Menuju Kota Global

Pada peringatan Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemprov DKI memperkuat budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta di tengah transformasi menuju kota global yang inklusif dan berdaya saing.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) di Kemayoran, Jakarta Pusat, dan menegaskan komitmen menjadikan budaya Betawi sebagai fondasi utama pembangunan Jakarta menuju kota global yang tetap berakar pada identitas dan nilai-nilai lokal. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) di Kemayoran, Jakarta Pusat, dan menegaskan komitmen menjadikan budaya Betawi sebagai fondasi utama pembangunan Jakarta menuju kota global yang tetap berakar pada identitas dan nilai-nilai lokal.

Seputarpublik.com || JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan kebudayaan Betawi tetap menjadi fondasi utama dalam pembangunan ibu kota di tengah transformasi Jakarta menuju kota global.

Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) yang digelar di Area Parkir C3 Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).

Di hadapan ribuan anggota FBR dan tokoh masyarakat, Pramono mengapresiasi perjalanan FBR selama seperempat abad yang dinilai telah berkontribusi dalam melestarikan budaya Betawi, memperkuat kebersamaan, serta menjaga kondusivitas Jakarta.

"Saya menyampaikan selamat Milad ke-25 kepada seluruh keluarga besar Forum Betawi Rempug. Seperempat abad perjalanan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan, merawat budaya Betawi, dan meneguhkan persatuan dalam membangun Jakarta," ujar Pramono.

Mengusung tema "Merawat Akar, Merajut Masa Depan", peringatan Milad ke-25 FBR dinilai selaras dengan arah pembangunan Jakarta yang tidak hanya berorientasi menjadi kota global, tetapi juga tetap berpijak pada identitas sejarah dan budaya lokal.

Tulis Komentar

Komentar