Seputar Publik / Berita

Misi Dagang DKI–Jatim 2026: Perkuat Rantai Pasok, Tekan Inflasi, dan Dongkrak Perdagangan Antardaerah

Sekda DKI Uus Kuswanto dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tegaskan kolaborasi strategis untuk stabilitas harga, ketahanan ekonomi, dan perluasan pasar UMKM
DKI Jakarta dan Jawa Timur memperkuat kolaborasi ekonomi melalui Misi Dagang 2026. Fokus pada pemangkasan rantai pasok, stabilitas harga, dan perluasan pasar UMKM demi ketahanan ekonomi nasional. Senin, (2/3/2026). DKI Jakarta dan Jawa Timur memperkuat kolaborasi ekonomi melalui Misi Dagang 2026. Fokus pada pemangkasan rantai pasok, stabilitas harga, dan perluasan pasar UMKM demi ketahanan ekonomi nasional. Senin, (2/3/2026).

Seputarpublik.com, JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Pemprov Jawa Timur (Jatim) terus memperkuat sinergi ekonomi antardaerah. Hal itu ditandai dengan kehadiran Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi bersama Pemprov Jatim yang digelar di Hotel Menara Peninsula, Senin (2/3/2026).

Sekda Uus menegaskan, misi dagang merupakan instrumen strategis untuk memperkuat integrasi pasar dalam negeri, memperpendek rantai pasok, serta meningkatkan ketahanan ekonomi nasional berbasis kolaborasi antardaerah.

> “Bagi DKI Jakarta, misi dagang adalah langkah penting untuk memperluas akses pasar, meningkatkan sinergi perdagangan dan investasi, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” ujar Uus.

Ia menjelaskan, sebagai pusat konsumsi, jasa, keuangan, dan distribusi nasional, DKI Jakarta memiliki peran vital dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, struktur ekonomi Jawa Timur yang didominasi industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian menjadi basis pasokan utama bagi kebutuhan pasar Jakarta.

Tulis Komentar

Komentar