> “Jakarta bukan daerah produsen, melainkan daerah konsumen. Karena itu, Jawa Timur menjadi salah satu penopang utama kebutuhan warga DKI Jakarta,” jelasnya.
Uus juga menyoroti rekam jejak positif sinergi kedua provinsi. Pada 2021, misi dagang DKI Jakarta–Jawa Timur berhasil mencatatkan komitmen transaksi lebih dari Rp750 miliar melalui 103 transaksi dagang.
Kemudian pada Juni 2025, kedua daerah kembali menyepakati kerja sama prioritas melalui Fasilitas Mitra Praja Utama (MPU), meliputi bidang ketahanan pangan, digitalisasi pelayanan publik, pariwisata, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (trantibum linmas), penanganan bencana, hingga sektor sosial.
Uus berharap misi dagang kali ini mampu menghasilkan kerja sama yang konkret, terukur, dan berkelanjutan, terutama dalam peningkatan volume perdagangan, perluasan jejaring usaha, serta aktivasi kerja sama sektoral.
> “DKI Jakarta berkomitmen menjalankan peran sebagai market stabilizer, financial hub, dan agregator nilai tambah dalam perdagangan domestik. Kolaborasi ini diyakini memiliki efek pengganda terhadap stabilitas harga, penciptaan lapangan kerja, dan daya saing nasional,” ujarnya.
Komentar