Seputar Publik / Berita

Musik Betawi Kehilangan Ikon, Siapa Penerus Benyamin Suaeb?

Praktisi dan pengamat musik mendorong regenerasi, kolaborasi lintas genre, serta pemanfaatan platform digital untuk menjaga musik Betawi tetap hidup dan melahirkan ikon baru.
Diskusi dan Workshop Musik Betawi Sesi I dalam rangkaian Betawi Jazz Jakarta Selatan 2026 membahas tantangan regenerasi dan masa depan musik Betawi di tengah perkembangan musik digital dan budaya populer. Diskusi dan Workshop Musik Betawi Sesi I dalam rangkaian Betawi Jazz Jakarta Selatan 2026 membahas tantangan regenerasi dan masa depan musik Betawi di tengah perkembangan musik digital dan budaya populer.

Mencari Ikon Baru Setelah Benyamin Sueb

Senada dengan Andi, pengamat musik Stanley Tulung melihat persoalan lain yang tidak kalah penting, yakni belum munculnya sosok besar yang mampu menjadi ikon baru musik Betawi setelah wafatnya Benyamin Sueb.

Menurut Stanley, Benyamin bukan hanya milik masyarakat Betawi, tetapi merupakan salah satu legenda musik Indonesia.

“Benyamin itu legenda, bukan hanya buat Betawi, tapi Indonesia. Para musisi yang saya kenal mengakui itu. Musik apa saja dia bisa,” ungkap Stanley.

Meski demikian, Stanley mengingatkan bahwa melahirkan tokoh sebesar Benyamin tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, setiap legenda lahir melalui proses panjang yang membutuhkan perjuangan, konsistensi, dan perjalanan karier.

“Ada proses yang mesti dilewati. Benyamin juga enggak begitu saja jadi musisi serbabisa. Sebelum terkenal, dia juga berdarah-darah,” katanya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Stanley tetap optimistis musik Betawi suatu saat akan kembali melahirkan ikon baru.

Namun, menurut dia, hal tersebut membutuhkan komitmen para pelaku seni untuk terus bergerak, berkarya, membangun kolaborasi, sekaligus menciptakan ruang regenerasi.

“Saya yakin akan ada siklusnya nanti muncul lagi sosok seperti Benyamin. Syaratnya, jangan berhenti bergerak, dan jangan berhenti berproses,” ujarnya.

Tulis Komentar

Komentar