Seputar Publik / Olahraga

Nahdiana Kembali Pimpin PSTI DKI Jakarta, Fokus Cetak Atlet Takraw Berprestasi

Terpilih secara aklamasi dalam Musprov PSTI DKI Jakarta 2026, Nahdiana prioritaskan pembinaan atlet usia dini dan penguatan prestasi sepak takraw Jakarta di level nasional hingga internasional.
Nahdiana (tengah) kembali dipercaya memimpin PSTI DKI Jakarta periode 2026-2030 dengan fokus memperkuat pembinaan atlet muda dan meningkatkan prestasi sepak takraw Jakarta di tingkat nasional maupun internasional. Jum'at (29/5/2026). Nahdiana (tengah) kembali dipercaya memimpin PSTI DKI Jakarta periode 2026-2030 dengan fokus memperkuat pembinaan atlet muda dan meningkatkan prestasi sepak takraw Jakarta di tingkat nasional maupun internasional. Jum'at (29/5/2026).

Dari PSTI Jakarta Barat hadir Ketua Umum Dr. Diding Wahyudin, S.Pd., M.Si., Ketua Harian Jupri, S.Pd., serta Bidang Organisasi dan Hukum Dadang Rachmat, SH.

Dalam sambutannya usai terpilih, Nahdiana menegaskan bahwa pembinaan atlet usia dini akan menjadi prioritas utama program kerja PSTI DKI Jakarta selama empat tahun ke depan.

Menurutnya, prestasi olahraga harus dibangun melalui pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan sejak tingkat sekolah dasar hingga menengah.

“Pembinaan atlet usia dini harus menjadi fokus utama. Kita ingin menciptakan sistem pembinaan yang berkesinambungan agar sepak takraw DKI Jakarta memiliki regenerasi atlet yang kuat dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Nahdiana.

Ia menambahkan, sinergi antara pengurus cabang, sekolah, klub olahraga, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mencetak atlet berprestasi di masa mendatang.

Selain pembinaan atlet muda, PSTI DKI Jakarta juga akan memperkuat kompetisi berjenjang, meningkatkan kualitas pelatih dan wasit, serta memperluas pembinaan sepak takraw di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Nahdiana optimistis DKI Jakarta memiliki potensi besar menjadi salah satu kekuatan utama sepak takraw nasional apabila pembinaan dilakukan secara konsisten dan mendapat dukungan seluruh pihak.

“Kami ingin sepak takraw semakin dikenal masyarakat, khususnya generasi muda. Dari sinilah akan lahir atlet-atlet berbakat yang mampu mengharumkan nama Jakarta dan Indonesia di berbagai kejuaraan,” katanya.

Musprov PSTI DKI Jakarta 2026 juga menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam menyusun program kerja jangka menengah yang berorientasi pada peningkatan prestasi, penguatan tata kelola organisasi, serta pengembangan olahraga sepak takraw yang lebih modern dan kompetitif.

Dengan terpilihnya kembali Nahdiana, PSTI DKI Jakarta diharapkan mampu melanjutkan berbagai program pembinaan yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi baru guna memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu barometer perkembangan olahraga sepak takraw di Indonesia. (Red)*

Tulis Komentar

Komentar