Hal ini terlihat pada survei Desember 2021, pemanfaatan JakWIFI untuk PJJ mencapai 56% dan pada survei Maret 2022 ada 60,9%. Namun, pada survei yang dilakukan saat masa peralihan Pandemi Covid-19, yakni survei pada November 2022, tercatat hanya 27,5% yang digunakan untuk PJJ, selebihnya digunakan untuk hiburan (50,7%),” kata Plt Kepala Diskominfotik Provinsi DKI Jakarta, Raides Aryanto, Senin (2/1/2023).
Survei dilakukan secara proporsional di setiap Kota dan Kabupaten Administrasi di wilayah DKI Jakarta. Teknik pengambilan data survei dilakukan dengan pengisian kuesioner, survei lapangan, wawancara terstruktur, dan observasi kepada pengguna JakWifi.
“Hasil survei ini menjadi landasan Dinas Kominfotik untuk melakukan penyesuaian titik lokasi JakWifi yang tersebar di 645 RW, yakni di lingkungan masyarakat yang pemanfaatannya kurang optimal dalam mengakses JakWifi,” jelasnya.
Berdasarkan analisis data dan monitoring, serta survei yang telah dilakukan, terdapat 1.867 titik lokasi JakWifi yang penggunaan frekuensinya tercatat sangat rendah. Dinas Kominfotik akan terus mengoptimalkan layanan JakWIFI dengan meningkatkan stabilitas konektivitasnya pada titik-titik layanan JakWIFI yang tersedia. Dengan adanya evaluasi dan penyesuaian ini, diharapkan dapat membuat layanan internet gratis melalui JakWIFI semakin efektif dan tepat sasaran di titik lokasinya, sehingga dapat mendukung masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan produktif.
Komentar