Dalam refleksi yang dikaitkan dengan KH Ahmad Dahlan, disampaikan pertanyaan mengenai sejauh mana seseorang telah memahami Islam dengan sebenar-benarnya serta kesediaannya menyerahkan jiwa dan harta untuk perjuangan Islam.
Pesan tersebut menjadi bagian dari refleksi mengenai orientasi awal gerakan Muhammadiyah yang menempatkan dakwah dan pengamalan nilai Islam sebagai bagian penting dari gerakan.
Santunan untuk Yatim dan Duafa
Selain pengajian, rangkaian kegiatan HBM ke-23 juga diisi dengan pemberian 40 bingkisan santunan kepada anak yatim dan duafa.
Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian aktivitas Muhammadiyah yang tidak hanya berfokus pada penguatan pemahaman keagamaan dan organisasi, tetapi juga kepedulian terhadap masyarakat.
Sebelumnya, Ketua PCM Cipayung Abdul Rahman Tinambunan, M.M., menyampaikan sambutan dan menegaskan kesiapan PCM Cipayung dalam memfasilitasi kegiatan keilmuan serta dakwah bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar.
Ketua PDM Jakarta Timur Prof. Dr. M. Nur Rianto Al Arif, M.Si., turut hadir bersama jajaran PDM Jakarta Timur.
Kehadiran pimpinan daerah tersebut memperkuat keterhubungan antara program PDM dengan aktivitas Muhammadiyah di tingkat cabang.
Melalui Hari Bermuhammadiyah ke-23, PDM Jakarta Timur berharap penguatan ideologi dapat berjalan seiring dengan kemampuan warga Muhammadiyah membaca perubahan zaman, memperkuat dakwah, mengelola amanah wakaf secara profesional, serta menjaga nilai keikhlasan dalam berorganisasi.
Dengan demikian, tema “Meneguhkan Ideologi Muhammadiyah di Tengah Arus Perubahan Zaman” tidak hanya menjadi tema pengajian, tetapi juga menjadi refleksi bagi warga Muhammadiyah untuk tetap berpegang pada nilai dasar gerakan sembari merespons tantangan sosial yang terus berkembang.(Red)*
Komentar