Dalam konteks tersebut, disampaikan pula bahwa seseorang semestinya tetap ikhlas dalam bermuhammadiyah, baik ketika memperoleh amanah jabatan maupun ketika tidak lagi memegang posisi struktural.
Pesan tersebut menjadi pengingat agar jabatan dalam organisasi tidak dipandang sebagai kepemilikan pribadi, melainkan sebagai amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Tiga Bekal Menuju “Jannatun Naim”
Dalam materi pengajian, turut disampaikan tiga hal yang dikaitkan dengan upaya warga Muhammadiyah menuju jannatun naim, yakni ampunan Allah, rida Allah, dan keikhlasan.
Pesan tersebut menempatkan aktivitas bermuhammadiyah bukan sekadar sebagai kegiatan organisasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjalankan nilai-nilai keislaman.
Gagasan tersebut juga dikaitkan dengan pentingnya keikhlasan dalam menerima amanah serta kesediaan untuk terus berkontribusi meskipun seseorang tidak lagi memegang jabatan tertentu di organisasi.
Refleksi Sejarah Muhammadiyah
Forum juga mengangkat refleksi sejarah mengenai posisi Muhammadiyah dalam kehidupan kebangsaan dan dakwah Islam.
Salah satu kisah yang disinggung adalah mengenai gagasan agar Muhammadiyah menjadi partai politik pada masa ketika KH Agus Salim memimpin Sarekat Islam.
Komentar