Seputar Publik / Berita

Pencurian TBS Sawit Disorot, Petani dan Pekerja Minta Rantai Kejahatan Diputus

Maraknya pencurian TBS disebut tidak selalu berkaitan dengan alasan bertahan hidup. Pekerja, petani, dan pelaku usaha meminta penegakan hukum serta penelusuran terhadap pihak-pihak yang diduga menerima hasil pencurian.
Pencurian TBS sawit menjadi sorotan karena dinilai tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga mengancam keamanan pekerja dan petani swadaya serta iklim usaha perkebunan. Pencurian TBS sawit menjadi sorotan karena dinilai tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga mengancam keamanan pekerja dan petani swadaya serta iklim usaha perkebunan.

Namun, besaran tersebut merupakan ilustrasi perhitungan dan tidak serta-merta menggambarkan nilai ataupun frekuensi seluruh kasus pencurian TBS.

Petani Sawit Swadaya Ikut Merasa Terancam

Kekhawatiran juga dirasakan petani kelapa sawit swadaya. Sularno, salah seorang perwakilan petani rakyat, mengatakan lemahnya pengamanan terhadap pencurian TBS dapat berdampak langsung terhadap penghasilan petani.

«“Kami para petani ini merasa senasib dengan kebun perusahaan. Jujur saja kami was-was luar biasa. Logikanya begini, kalau kebun perusahaan yang besar, dipagar, dan dijaga ketat oleh petugas saja berani mereka jarah terang-terangan, apalagi kebun kami masyarakat kecil yang lahannya sempit dan terbuka? Habis kebun kami disikat mereka. Kami sangat bergantung pada ketegasan aparat penegak hukum. Sikat habis pelakunya, biar kami petani kecil bisa bertani dan tidur tenang,” kata Sularno.»

Menurutnya, perlindungan terhadap petani kecil perlu menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan komoditas sawit di tingkat daerah.

Dalih “Sesuap Nasi” Dinilai Perlu Dilihat Secara Utuh

Tulis Komentar

Komentar