Dalam sambutannya, Kepala Badan Pangan Nasional, Arif Prasetyo Adi, S.T., M.T menegaskan pentingnya kerjasama lintas sektor dan sinergi antar stakeholder dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan. Dijelaskannya acara tersebut tidak akan berjalan sukses kalau tidak ada dukungan dari seluruh Stakeholder pangan.
Harapnya Pangan indonesia harus maju dan harus jaya.
“Pentingnya kerjasama lintas sektor dan sinergi dari semua Stakeholder” jelasnya.
Beberapa langkah yang diambil dalam Apel Siaga ini antara lain peningkatan monitoring pasokan dan harga pangan, peningkatan koordinasi antara petani, distributor, dan pedagang, serta kampanye penyuluhan kepada masyarakat mengenai pola konsumsi pangan yang sehat.
Di tempat yang berbeda dalam acara yang sama masyarakat sangat bersyukur dan merasa terbantu akan adanya pasar murah yang di lakukan serentak di seluruh Indoensia ini khususnya NTB, masyarakat sangat senang dan sangat antusias untuk berbelanja untuk memenuhi kebutuhan pokok menyambut hari raya Idul Fitri.
“Sangat membantu sekali, untuk mempersiapkan persediaan bahan pokok menyambut hari raya, terlebih disini kan harganya lebih murah dari pasar” cerita Umi, salah satu pengunjung pasar murah di Taman Sangkareang Senin, (01/04/2024).
Di lain sisi Simah salah satu pengunjung pasar murah serentak itu menceritakan bahwa dirinya sudah datang sejak pagi, untuk berbelanja kebutuhan pokok.
“Saya datang kesini pagi-pagi, untuk mencari bahan pokok, khususnya daging karena takut kehabisan” tutupnya.
Diharapkan melalui Apel Siaga ini, NTB dapat menghadapi masa Idul Fitri dengan lebih siap dan terorganisir dalam hal ketersediaan dan harga pangan. Semua pihak berkomitmen untuk bekerja sama demi terwujudnya kondisi pangan yang aman, cukup, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat NTB.
(Yyt)
Komentar