Seputar Publik / Berita

PMII Kota Serang Tolak Wacana Gedung Parkir Terpadu, Minta SMPN 4 Tak Jadi Korban Pembangunan

PMII meminta Pemerintah Kota Serang mengkaji ulang rencana pembangunan dan mencari alternatif lokasi yang tidak berdampak pada fasilitas pendidikan serta membuka ruang partisipasi publik.
Ketua Cabang PMII Kota Serang Ahmad Asmawi menyampaikan sikap penolakan terhadap wacana pembangunan gedung parkir terpadu yang dinilai berpotensi berdampak pada SMPN 4 Kota Serang. PMII meminta pemerintah mengkaji alternatif lokasi dan melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Ketua Cabang PMII Kota Serang Ahmad Asmawi menyampaikan sikap penolakan terhadap wacana pembangunan gedung parkir terpadu yang dinilai berpotensi berdampak pada SMPN 4 Kota Serang. PMII meminta pemerintah mengkaji alternatif lokasi dan melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.

Menurut Ahmad, SMPN 4 Kota Serang memiliki nilai historis yang tidak dapat semata-mata dinilai berdasarkan tanah maupun bangunan. Keberadaan sekolah tersebut, kata dia, telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan masyarakat Kota Serang dan turut melahirkan generasi dari waktu ke waktu.

Atas dasar itu, PMII mempertanyakan arah kebijakan pembangunan apabila fasilitas pendidikan yang dinilai memiliki sejarah panjang justru masuk dalam wacana pembangunan gedung parkir terpadu.

«“Sekolah bukan sekadar bangunan yang bisa dipindahkan ketika pemerintah membutuhkan lahan. Ada sejarah, ada memori masyarakat, ada anak-anak yang belajar di sana, dan ada akses pendidikan yang harus dipertahankan. Pemerintah harus melihat persoalan ini secara utuh, bukan semata-mata dari kepentingan pembangunan fisik,” ujarnya.»

Soroti Akses Pendidikan Masyarakat

PMII juga menyoroti potensi dampak terhadap masyarakat sekitar apabila keberadaan SMPN 4 berubah atau direlokasi.

Tulis Komentar

Komentar