Di sela acara, Persatuan Masyarakat Jakarta Mohammad Husni Thamrin (Permata MHT) juga memperkenalkan buku yang memuat sejarah perjalanan organisasi tersebut selama 50 tahun. Buku tersebut dibagikan kepada para tokoh yang hadir sebagai bagian dari upaya merawat memori kolektif perjuangan MH Thamrin.
Sementara itu, Ketua Dewan Adat MKB H. Fauzi Bowo menegaskan bahwa mengenang MH Thamrin tidak cukup dilakukan melalui seremoni semata. Menurutnya, nilai-nilai perjuangan Thamrin harus terus dihidupkan dan diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“MH Thamrin adalah tokoh pemersatu. Ia mampu menjembatani berbagai corak perjuangan, baik kooperatif maupun nonkooperatif, demi kemerdekaan dan keadilan sosial,” ujar Fauzi Bowo.
Ia menambahkan, MH Thamrin dikenal memiliki empati dan kepekaan sosial yang tinggi, dengan selalu menempatkan kepentingan rakyat kecil—khususnya warga Betawi—sebagai prioritas utama perjuangannya.
“Nilai empati dan keberpihakan kepada rakyat kecil ini masih sangat relevan hingga hari ini. Jangan sampai berhenti pada slogan atau retorika,” tegasnya.
Fauzi Bowo berharap, nilai-nilai perjuangan MH Thamrin dapat terus menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus kaum Betawi dalam membangun kampung halaman serta mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing, berketahanan, dan sejahtera bagi seluruh warganya. [Hel]
Komentar