Seputar Publik / Teknologi

Kapan Terakhir ke Pasar? Refleksi Hendry Ch Bangun tentang Wartawan, Lapangan, dan Suara Rakyat

Pengalaman panjang di Kompas dan Warta Kota membawa Hendry Ch Bangun pada satu kesimpulan sederhana: memahami masyarakat tidak cukup hanya dari balik meja redaksi.
Hendry Ch Bangun Tokoh Pers Nasional Hendry Ch Bangun Tokoh Pers Nasional

Seputarpublik.com || JAKARTA -- Menjadi wartawan Kompas di masa kejayaan media cetak, luar biasa membanggakan walaupun terkadang bikin perasaan tidak enak. Dianggap media besar dan berpengaruh, kehadiran kita dalam suatu acara menjadi penting. Sering bila pejabat datang, yang ditanya apakah wakil Kompas sudah datang. Kadang-kadang kalau belum muncul, acara ditunda sejenak. Meskipun sudah ada belasan atau puluhan reporter telah berada di lokasi. 

Maka saya selalu tiba di acara minus 15 menit atau bahkan setengah jam, sesuai perintah atasan di kantor dan saya ajarkan juga kepada calon reporter atau reporter baru saat menjadi mentor di Kompas maupun pimpinan di Warta Kota. Datang duluan membuat wartawan bisa menguasai medan, mendapat insight dari staf, memahami konteks acara, dan mengetahui apa dan siapa si narasumber. Termasuk jalan darurat kalau ada kebakaran.

Tulis Komentar

Komentar